IMAN
Pengertian Iman
Iman menurut pengertian bahasa yaitu Membenarkan dengan hati,
Menurut Islam, adalah membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan denga perbuatan.
jadi, Iman kepada Allah artinya hati kita terlebih dahulu membenarkan adanya Allah dengan sifat-sifat kesempurnaanNYA, lalu lisan kita mengucapkan pengakuan bahwa Tidak ada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad SAW utusanNYA, dan setelah itu kita harus mentaati dan mengamalkan segala ketentuan-ketentuan Allah dan RasulNYA.
Dengan pengertian tersebut jelaslah bahwa iman itu merupakan perpaduan antara aqidah dan syari'ah, atau perpaduan keyakina dan amal perbuatan. Seseorang yang mengaku beriman kepada Allah , tetapi tidak melaksanakan ketentuan-ketentuan Allah dan RasullNYA,orang tersebut belum bisa dikatakan beriman menurut pengertian sebenarnya.
Dasar-dasar Iman (Rukun Iman)
- Iman kepada Allah SWT,
- iman kepada Malaikat-malaikat Allah,
- Iman kepada Kitab-kitab Allah,
- Iman kepada Rasul-rasul Allah,
- Iman kepada Hari Kiamat,
- Iman kepada Qadla dan Qadar Allah yang baik dan yang buruk.
1. Iman kepada Allah
Artinya kita wajib percaya bahwa Allah itu Tuhan Pencipta Alam Semesta. Dia memiliki sifat-sifat kesempurnaan dan maha suci Allah dari segala kekurangan.
Untuk menumbuhkan rasa iman kepada Allah ialah dengan mengenali bukti-bukti adanya Allah dan mengenali sifat-sifat kesempurnaan yang wajib bagi Allah. Sifat-sifat Allah itu ialah :
| Sifat Wajib | Tulisan Arab | Maksud | Sifat | Sifat Mustahil | Tulisan Arab[[Berkas: | Maksud |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Wujud | Ada | Nafsiah | Adam | Tiada | ||
| Qidam | Terdahulu | Salbiah | Huduts | Baru | ||
| Baqa | Kekal | Salbiah | Fana | Berubah-ubah (akan binasa) | ||
| Mukhalafatuhu lilhawadith | Berbeda dengan makhluk-Nya | Salbiah | Mumathalatuhu lilhawadith | Menyerupai sesuatu | ||
| Qiyamuhu binafsih | Berdiri-Nya dengan sendiri | Salbiah | Qiamuhu bighairih | Berdiri-Nya dengan yang lain | ||
| Wahdaniyat | Esa (satu) | Salbiah | Ta'addud | Lebih dari satu (berbilang) | ||
| Qudrat | Kuasa | Ma'ani | Ajzun | Lemah | ||
| Iradat | Berkehendak (berkemauan) | Ma'ani | Karahah | Tidak berkemauan (terpaksa) | ||
| Ilmun | Mengetahui | Ma'ani | Jahlun | Bodoh | ||
| Hayat | Hidup | Ma'ani | Al-Maut | Mati | ||
| Sam'un | Mendengar | Ma'ani | Sami | Tuli | ||
| Basar | Melihat | Ma'ani | Al-Umyu | Buta | ||
| ]] Kalam | Berbicara | Ma'ani | Al-Bukmu | Bisu | ||
| Kaunuhu qaadiran | Keadaan-Nya yang berkuasa | Ma'nawiyah | Kaunuhu ajizan | Keadaan-Nya yang lemah | ||
| Kaunuhu muriidan | Keadaan-Nya yang berkehendak menentukan | Ma'nawiyah | Kaunuhu mukrahan | Keadaan-Nya yang tidak menentukan (terpaksa) | ||
| Kaunuhu 'aliman | Keadaan-Nya yang mengetahui | Ma'nawiyah | Kaunuhu jahilan | Keadaan-Nya yang bodoh | ||
| Kaunuhu hayyan | Keadaan-Nya yang hidup | Ma'nawiyah | Kaunuhu mayitan | Keadaan-Nya yang mati | ||
| Kaunuhu sami'an | Keadaan-Nya yang mendengar | Ma'nawiyah | Kaunuhu ashamma | Keadaan-Nya yang tuli | ||
| Kaunuhu bashiiran | Keadaan-Nya yang melihat | Ma'nawiyah | Kaunuhu a'maa | Keadaan-Nya yang buta | ||
| Kaunuhu mutakalliman | Keadaan-Nya yang berbicara | Ma'nawiyah | Kaunuhu abkam | Keadaan-Nya yang bisu |
2. Iman Kepada Malaikat-malaikat Allah
Artinya yaitu kita wajib percaya bahwa Allah telah menjadikan suatu makhluk yang berjisim halus dan tidak dilihat oleh mata kita.Malaikat adalah makhluk yang diciptakan dari cahaya, mereka hidup bukan seperti manusia, mereka tidak makan, tidak minum, tidak tidur, dan tidak berjenis kelamin, mereka selalu taat menjalankan perintah Allah dan tidak pernah melanggar peintahNYA.
Jumlah malaikat itu banyak sekali, dan hanya Allah yang mengetahui berapa jumlah pastinya. Dan ini adalah beberapa nama malaikat yg kita ketahui :
- Jibril bertugas menyampaikan wahyu Allah kepada para Nabi dan Rasul Allah,
- Mikail bertugas membagikan rezeki kepada semua makhluk dan mengatur alam seperti hujan, angin, dan lain-lain,
- Israfil bertugas membunyikan Sangkakala pada hari akhir nanti,
- Izrail bertugas menyabut nyawa seluruh makhluk,
- Munkar
- dan Nakir bertugas memeriksa orang-orang didalam kunur,
- Raqib bertugas mencatat semua amal perbuatan baik manusia,
- Atid bertugas mencatat semua amal perbuatan buruk manusia,
- Malik bertugas menjaga Pintu neraka,
- Ridwan bertugas menjaga pintu Syurga.
Artinya kita wajib yaitu kita wajib percaya bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab-kitabNYA kepada para Rasul dengan perantara wahyu, dan apa-apa yang tercantum pada kitab-kitab tersebut adalah benar.
Kitab-kitab Allah berisi petunjuk tentang hukum-hukum dan peraturan-peraturan Allah serta perintah-perintah dan larangan-laranganNYA, juga berisi janji-janji dan azab/siksa dan pahala di akhirat.
Himpunan wahyun Allah itu ada 104 buah, 100 buah dinamakan "Shuhuf" dan yang 4 buah dinamakan "Kitab".
Adapun Shuhuf itu merupakan naskah yang memuat huku-hukum dasar yang menjadi pedoman bagi para Rasul dalam memberikan keterangan kepada umatnya, yaitu :
- 50 shuhuf diturunan kepada Nabi Syis as.
- 30 shuhuf diturunkan kepada Nabi Idris as.
- 10 shuhuf diturunkan kepada Nabi Ibrahim as.
- 10 shuhuf diturunkan kepada Nabi Musa as.
Sedangkan kitab adalah merupakan undang-undang lengkap yang isinya meliputi tuntutan hidup keduniaan dan keimanan, yaitu :
- Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musi as.
- Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud as.
- Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa as.
- Kitab Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw.
Artinya yaitu kita wajib percaya bahwa Allah telah memilih dan mengangkat diantara hamba-hambaNYA untuk menjadi utusanNYA buat menyampaikan syari'at Allah kepada umat manusia, untuk kebaikan mereka didunia dan di akhirat.
Allah mengutus para rasul untuk memperkenalkan manusia dengan Allah Tuhan pencipta mereka, dan mengajak umat manusia untuk tunduk, patuh dan beribadah kepadaNYA.
Firman Allah SWT :
وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُوْلٍ إِلاَّ نُوْحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا فَاعْبُدُوْنِ
"Dan kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu, melainkan kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan aku, maka mengabdilah kamu kepadaku"". (Q.S. Al-Anbiya : 25).
Tentang jumlah pasti Nabi/Rasul tidak dapat diketahui secara pasti. Sebagian ulama ada yang menyatakan bahwa Rasul itu berjumlah 313 orang, sedangkan Nabi berjumlah 124.000 orang. Namun jumlah ini tidak dapat dijadikan pegangan yang kuat karena Al-Qur'an sendiri tidak pernah menyebutkan jumlah Nabi/Rasul secara pasti, Sebagai FirmanNYA :
وَ لَقَدْ أَرْسَلْنا رُسُلاً مِنْ قَبْلِكَ مِنْهُمْ مَنْ قَصَصْنا عَلَيْكَ وَ مِنْهُمْ مَنْ لَمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ
وَما كانَ لِرَسُولٍ أَنْ يَأْتِيَ بِآيَةٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللهِ فَإِذا جاءَ أَمْرُ اللهِ قُضِيَ بِالْحَقِّ وَ خَسِرَ هُنالِكَ
الْمُبْطِلُونَ
"Dan
sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara
mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang
tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak seorang rasul pun yang berhak membawa
suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; maka apabila telah datang
perintah Allah (untuk membalas perbuatan mereka), (semua perkara) diputuskan dengan
adil. Dan ketika itu merugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil". (Q.S Al-Mu'min : 78)
Adapun Para Rasul yang disebut didalam Al-qur'an dan yg sering kita ketahui berjumlah 25 orang Rasul yaitu :
- Adam
- Idris
- Nuh
- Hud
- Shaleh
- Ibrahim
- Luth
- Ismail
- Ishak
- Ya'qub
- Yusuf
- Ayub
- Syu'aib
- Musa
- Harun
- Dzulkifli
- Daud
- Sulaiman
- Ilyas
- Ilyasa"
- Yunus
- Zakaria
- Yahya
- Isa
- Muhammad Saw.
5. Iman Kepada Hari Kiamat
Artinya kita wajib percaya kepada hari akhir atau hari kiamat, yaitu saat binasanya alam semesta ini sebagai permulaan alam akhirat yang pada suatu saat pasti akan terjadi. Saat terjadinya hari kiamat tidak ada seorangpun yang mengetahuinya sekalipun para Nabi, hanya allah sendirilah yang mengetahuinya.Firman Allah :
يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Mereka
menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah:
“Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku;
tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia.
Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di
bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”.
Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya.
Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di
sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (Q.S. Al-A'raf : 187)
Adapun tanda-tanda kiamat, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan dengan beberapa haditsnya.
Diantaranya: “Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum adanya sepuluh tanda-tanda kiamat, yaitu tenggelam di Timur, tenggelam di Barat, tenggelam di Jazirah Arab, adanya asap, datangnya Dajjal, Dabbah (binatang melata yang besar), Ya’juj dan Ma’juj, terbit matahari dari sebelah barat, keluar api dari ujung Aden yang menggiring manusia, dan turunnya Nabi Isa.” (Hadits Riwayat Muslim).
Penjelasan Nabi Muhammad SAW yg lain dalam sabdanya yang lain :
“Dajjal
datang kepada umatku dan hidup selama 40 tahun, lalu Allah mengutus Isa
bin Maryam, kemudian ia mencari Dajjal dan membinasakannya. Kemudian
selama 70 tahun manusia hidup aman dan damai, tak ada permusuhan antara
siapapun. Sesudah itu Allah meniupkan angin yang dingin dari arah negeri
Syam (kini Suriah, pen). Maka setiap orang yang dalam hatinya masih ada
kebajikan meskipun sebesar atom, pasti menemui ajalnya. Bahkan jika
seandainya seseorang dari kamu masuk ke dalam gunung, pasti angin itu
mengejarnya dan mematikannya. Maka sisanya tinggal orang-orang jahat
seperti binatang buas (fii khiffatit thoiri wa ahlaamis sibaa’), mereka
tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran. Dan syetan
menjelma pada mereka (manusia) lalu berkata: Maukah kamu mengabulkan?
Manusia berkata: Apa yang akan kamu perintahkan kepada kami? Syetan lalu
memerintahkan kepada mereka agar menyembah berhala, sedang mereka hidup
dalam kesenangan. Kemudian ditiuplah sangkakala. Tapi seorangpun tak
akan mendengarnya kecuali orang yang tajam pendengarannya. Dan orang
yang pertama kali mendengarnya yaitu seorang laki-laki yang mengurusi
untanya. Nabi bersabda: Maka matilah semua manusia. Kemudian turunlah
hujan seperti hujan gerimis. Maka keluarlah dari situ jasad manusia
(dari kubur-kuburnya). Kemudian ditiup lagi sangkakala, maka tiba-tiba
mereka berdiri menunggu. Lalu dikatakan kepada mereka: Wahai manusia,
marilah menghadap kepada Tuhanmu dan merekapun berada di Mahsyar karena
mereka akan diminta tanggung jawabnya. Kemudian dikatakan kepada mereka,
pergilah kamu karena neraka telah dinyalakan, lalu dikatakan lagi: Dari
berapakah? Lalu dikatakan lagi: Dari setiap seribu sembilan ratus
sembilan puluh sembilan orang. Begitulah keadaannya pada hari anak
dijadikan beruban dan pada hari betis disingkap (hari kiamat yang menggambarkan orang sangat ketakutan yang hendak lari karena huru-hara kiamat).” (Hadits Riwayat Muslim).Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika berkhutbah : “Wahai manusia, bahwasanya kamu nanti akan dihimpun Allah dalam keadaan telanjang kaki, telanjang bulat, dalam keadaan kulup (tidak dikhitan). Ingatlah bahwa orang yang mula-mula diberi pakaian adalah Ibrahim AS. Ingatlah bahwa nanti ada di antara umatku yang didudukkan di sebelah kiri. Ketika itu aku berkata: Ya Tuhan, (mereka itu adalah) sahabatku. Lalu Tuhan berkata: Engkau tidak tahu apa yang mereka perbuat sesudah kamu (wafat).” (HR Muslim).
PERTANGGUNG JAWABAN
Mengenai pertanggungan jawab perbuatan, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pada hari kiamat, setiap hamba tak akan melangkah sebelum ditanya empat hal, yaitu tentang umur untuk apa ia habiskan, ilmunya untuk apa ia amalkan, hartanya dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan, dan (kesehatan) badannya untuk apa ia pergunakan.” (HR Tirmidzi, hadits hasan shahih, dan teks ini menurut riwayat Muslim).
Tentang dahsyatnya keadaan kiamat sampai manusia tak ingat pada lainnya, adapun penjelasannya: “Dari Aisyah , Bahwa ia teringat Neraka lalu menangis, maka Rasulullah ` bertanya: Apa yang menyebabkan engkau menangis? Aisyah menjawab: Aku teringat pada Neraka, hingga aku menangis. Apakah pada hari kiamat kamu akan ingat pada keluargamu? Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam : Adapun di tiga tempat, orang tidak teringat pada yang lainnya, yaitu ketika ditimbang amalnya sebelum dia mengetahui berat ringannya amal kebaikannya. Ketika buku catatan amalnya beterbangan sebelum dia mengetahui di mana hinggapnya buku itu, di sebelah kanan, kiri, atau di belakangnya. Dan ketika meniti titian/jembatan (shirath) yang terbentang di punggung neraka Jahannam sebelum dia melaluinya.” (HR Abu Daud, hadits hasan).
Itulah peristiwa kiamat yang wajib kita yakini beserta tanda-tandanya. Semuanya itu merupakan hal yang ghaib, hanya Allah yang mengetahui, sedang Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengkhabarkan itu dari wahyu Allah. Maka hal-hal yang tak sesuai dengan penjelasan Allah dan RasulNya mesti kita tolak, meskipun datangnya dari orang yang mengaku intelek, pakar, ataupun mengaku telah menyelidiki bertahun-tahun dengan metode yang disebut ilmiah dan canggih. Sebaliknya, kalau itu datang dari Allah dan RasulNya, maka wajib kita imani. Dan beriman kepada Hari kiamat itu merupakan hal yang termasuk pokok di dalam Islam seperti tersebut di atas. Mengingkarinya berarti rusak keimanannya.
Sumber artikel Tanda2 Kiamat : untukku.com
6.IMAN KEPADA QADA’ DAN QADAR
Beriman kepada qada dan qadar merupakan salah satu rukun iman di mana kita wajib mengimaninya agar iman kita menjadi sah dan sempurna. Ibnu Abbas pernah berkata, “Qadar adalah nidzam (aturan) tauhid. Barangsiapa yang mentauhidkan Allah dan beriman kepada qadar, maka tauhidnya sempurna. Dan barangsiapa yang mentauhidkan Allah dan mendustakan qadar, maka dustanya merusakkan tauhidnya” (Majmu’ Fataawa Syeikh Al-Islam).
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai iman kepada qada dan qadar, terlebih dahulu akan dibahas mengenai qada dan qadar itu sendiri. Qada menurut bahasa berarti hukum, perintah, memberikan, menghendaki, dan menjadikan. Sedangkan qadar berarti batasan atau menetapkan ukuran.
Secara etimologi, qada dapat diartikan sebagai pemutusan, perintah, dan pemberitaan.
Imam az-Zuhri berkata, “Qadha secara etimologi memiliki arti yang banyak. Dan semua pengertian yang berkaitan dengan qadha kembali kepada makna kesempurnaan….” (An-Nihayat fii Ghariib al-Hadits, Ibnu Al-Atsir). Sedangkan qadar berasal dari kata qaddara, yuqaddiru, taqdiiran yang berarti penentuan.
Dari sudut terminologi, qadha adalah pengetahuan yang lampau, yang telah ditetapkan oleh Allah SWT pada zaman azali. Adapun qadar adalah terjadinya suatu ciptaan yang sesuai dengan penetapan (qadha). Sedangkan arti terminologis qada dan qadar menurut Ar-Ragib ialah :
”Qadar ialah menentukan batas (ukuran) sebuah rancangan; seperti besar dan umur alam semesta, lamanya siang dan malam, anatomi dan fisiologi makhluk nabati dan hewani, dan lain-lain; sedang qada ialah menetapkan rancangan tersebut.”
Atau secara sederhana, qada dapat diartikan sebagai ketetapan Allah yang telah ditetapkan tetapi tidak kita ketahui. Sedangkan qadar ialah ketetapan Allah yang telah terbukti dan diketahui sudah terjadi. Dapat pula dikatakan bahwa qada adalah ketentuan atau ketetapan, sedangkan qadar adalah ukuran. Dengan demikian yang dimaksud dengan qada dan qadar atau takdir adalah ketentuan atau ketetapan Allah menurut ukuran atau norma tertentu
Firman Allah mengenai qada dan qadar terdapat dalam surat Al Ahzab ayat 36, yaitu :
"Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mumin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mumin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata".
Selain itu, Allah juga berfirman dalam surat Al Qamar ayat 49, yakni :
"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.
Beriman kepada qada dan qadar berarti mengimani rukun-rukunnya. Iman kepada qada dan qadar memiliki empat rukun, antara lain :
- Ilmu Allah SWT : Beriman kepada qada dan qadar berarti harus beriman kepada Ilmu Allah yang merupakan deretan sifat-sifat-Nya sejak azali. Allah mengetahui segala sesuatu. Tidak ada makhluk sekecil apa pun di langit dan di bumi ini yang tidak Dia ketahui. Dia mengetahui seluruh makhluk-Nya sebelum mereka diciptakan. Dia juga mengetahui kondisi dan hal-hal yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi di masa yang akan datang.
- Penulisan Takdir : Sebagai mukmin, kita harus percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi, baik di masa lampau, masa kini, maupun masa yang akan datang, semuanya telah dicatat dalam Lauh Mahfuzh dan tidak ada sesuatu pun yang terlupakan oleh-Nya.
- Masyi’atullah (Kehendak Allah) dan Qudrat (Kekuasaan Allah) : Seorang mukmin yang telah mengimani qada dan qadar harus mengimani masyi`ah (kehendak Allah) dan kekuasaan-Nya yang menyeluruh. Apapun yang Dia kehendaki pasti terjadi meskipun manusia tidak menginginkannya. Begitu pula sebaliknya, apa pun yang tidak dikehendaki pasti tidak akan terjadi meskipun manusia memohon dan menghendakinya. Hal ini bukan dikarenakan Allah tidak mampu melainkan karena Allah tidak menghendakinya.
- Penciptaan Allah : Ketika beriman terhadap qada dan qadar, seorang mukmin harus mengimani bahwa Allah-lah pencipta segala sesuatu, tidak ada Khaliq selain-Nya dan tidak ada Rabb semesta alam ini selain Dia.
Ada empat macam takdir, antara lain :
- Takdir Umum (Takdir Azali) : Takdir mengenai segala sesuatu yang ditetapkan sebelum penciptaan langit, bumi, dan seluruh isinya.
- Takdir Umuri : Takdir yang diberlakukan atas manusia pada masa awal penciptaannya dan bersifat umum. Meliputi rizki, ajal, kebahagiaan, dan kesengsaraan.
- Takdir Samawi : Takdir yang dicatat pada malam Lailatul Qadar setiap tahun.
- Takdir Yaumi : Takdir yang dikhususkan untuk semua peristiwa yang akan terjadi dalam satu hari, mulai dari penciptaan, rizki, menghidupkan, mematikan, mengampuni dosa, menghilangkan kesusahan, dan sebagainya.
"Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa akidah Islam yang terangkum dalam Rukun Iman merupakan landasan bagi setiap umat Islam dalam mempelajari dan mengimplementasikan agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, penerapan akidah yang baik dan benar dapat mendatangkan manfaat bagi kita, misalnya memberikan ketenteraman jiwa, mewujudkan kehidupan yang baik, melahirkan sikap ikhlas dan konsekuen serta dapat meningkatkan ketaqwaan kita terhadap Allah SWT
Sumber tulisan Qada dan Qadar : http://soebhan.net23.net
Sekian dari saya, mohon maaf kalau ada salah maupun yang kurang....
Sumber :
1.
Judul Buku :Tanya Jawab Kunci Ibadah Karangan Abdullah Rasyid;M.A
Penerbit : HUSAINI Bandung2. Mbah Google




No comments:
Post a Comment