Sunday, 3 June 2012

Kiat-kiat "BERLAYAR : Aman dan nyaman sampai tujuan"

Kali ini saya akan memposting artikel yang saya dapatkan dari buku Berlayar: Aman dan nyaman sampai tujuan dari PELNI yang saya dapat dari Pameran wisata dan kebudayaan di JCC (Jakarta Convention Center), didalam buku ini memuat tentang Persiapan sebelum berlayar, saat sedang berlaayar dan memuat tips-tips mengenai cara menyelamatkan diri jika mengalami musibah di atas kapal. Berikut isi dari buku tersebut :


Bagian I

       Bepergian dengan kapal laut jelas memakan waktu yang lebih lama dibanding transportasi udara dan darat. Karena itulah, persiapan penting untuk dilakukan untuk memastikan agar perjalanan aman dan lancar.

Tiket
  1. Tiket dapat dibeli di loket yang ada di pelabuhan atau di agen-agen penjualan resmi yang telah dirujuk perusahaan pelayaran.
  2. Tiket juga dapat dibeli secara online melalui internet.
  3. Jangan membeli tiket melalui calo.
  4. Jangan mecoba bepergian tanpa tiket. Pastikan nama anda pada tiket sesuai dengan identitas anda. Hal ini  untuk memudahkan anda ketika hendak menyampaikan keluhan atau tuntutan kepada perusahaan pelayaran, maupun ketika ingin mengajukan klaim asuransi.
Persiapan Berlayar
       Mengingat waktu tempuh bepergian dengan kapal laut memakan waktu lama dibandingkan sarana transportasi lain, ada baiknya anda melengkapi diri anda dengan sejumlah perlengkapan.
       Antara lain: Pakaian, perlengkapan ibadah, obat-obatan, serta kebutuhan lain penghilang kejenuhan,. Misalnya buku bacaan, musik, dan sebagainya.

Tata Tertib Masuk Kapal
  1. Antri dengan tertib.
  2. Tunjukkan tiket / Boarding pass kepada petugas.
  3. Menempati tempat duduk / kabin yang telah dipesan.
  4. Simpan barang bawaan ditempat aman.
  5. Dilarang membawa barang-barang berbahaya dan terlarang. Seperti : Senjata api, senjata tajam, bahan yang mudah meledak, minuman keras, narkoba termasuk flora dan fauna yang dilindungi Undang-undang.
  6. Patuhilah peratura keselamatan pelayaran yang ada. Baik ketika masih di pelabuhan pemberangkatan, ketika telah berada di atas kapal, maupun saat dalam pelayaran. Biasanya peraturan larangan maupun keselamatan disampaikan melalui brosur maupun papan pengumuman. Jangan melakukan tindakan-tindakan yang dapt membahayakan diri anda dan penumpang lain.
  7. Cermati Kondisi kapal; Sejak naik keatas kapal, amati dan pelajari situasi kapal. Temukan dimana letak lifeboat (sekoci / rakit penyelamat), pelampung, dan jalan atau pintu keluar darurat. Biasanya tersedia brosur atau petunjuk yang ditempelkan di beberapa tempat. Bila ABK tidak sempat menjelaskannya pelajarilah sendiri.


Bagian II

Pada bab ini tedapat beberapa tip-tips yang dapat menolong kita jika terjadi sesuatu diatas kapal.

Kiat Mengatasi Mabuk Laut
       Salah satu penyakit yang kerap sialami penumpang adalah mabuk laut. Berikut ini cara untuk mengatasinya :
  1. Bila ingin minum obat anti mabuk sebaiknya diminum 1 jam sebelum kapal berangakat, karena bila anda minum disaat kapal akan mulai berangkat maka obat itu tidak efektif.
  2.  Hirup aroma minyak kayu putih bila anda tidak terbiasa minum obat anti mabuk, karena aromanya yang segar dapat mencegah anda dari mabuk laut.
  3. Mendengarkan Musik, Cara yang satu ini mungkin unik, namun musik terbukti ampuh untuk menghilangkan mabuk laut. Musik akan amembuat anda lebih rileks.
  4. Hirup udara laut, Salah satu cara untuk menghilangkan mabuk laut adalah dengan menghirup angin laut. Namun jangan lupa menggunakan jaket karena anginnya sangat kencang.
Kiat Bepergian Dengan Bayi
       Bepergian dengan kapal laut sebenarnya lebih nyaman dan aman bila dibandingkan dengan pesawat atau kereta api. Alasannya, ketika naik kapal laut, sikecil terbebas dari suara bising dan goncangan.
       Berikut kiat supaya bayi tetap nyaman diperjalanan :
  1. Anda dan bayi bisa memilih kelas kabin (ruang privat). Mintalah kabin di bagian tengah kapal sebab pada titik ini goyangan kapal paling tidak terasa.
  2. "Sulap" suasana kabin layaknya di rumah.
  3. Ajak bayi anda berjalan-jalan di sekitar kapal agar tidak cepat bosan di perjalanan.
Kiat Mengikuti Proses Evakuasi
       Perintah Nahkoda untuk meninggalkan kapal merupakan keputusan akhir yang diambil seorang nahkoda. Apabila ada perintah meninggalkan kapal maka awak kapal penumpang harus menuju ke stasiun pesawat luput maut untuk melaksanakan tugas sesuai dengan surat ketentuan tentang keadaan  darurat. Berikut tata caranya :
  • Sebelum Meninggalkan Kapal
       Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan antara lain :
  1. Gunakan seluruh pakaian sebagai pelindung.
  2. Gunakan Life Jacket (Jaket Penolong).
  3. Gunakan pelampung penolong.
  • Hal-hal yang harus diperhatikan saat sekoci diturunkan :
  1. Orang yang berat dari sekoci harus berhati-hati karena kemungkinan sekali meluncur secara mendadak.
  2. Harus selalu berpegangan pada tali penolong (Life Line) dan tidak berpindah tempat.
  3. Perhatikan petunjuk atau perintah awak kapal.
  • Patuhi perintah awak kapal
       Ketika menghadapi keadaan darurat terkendali, yaitu ketika kapten maupun ABK yang berwenang masih bisa memberi peringatan, ikuti perintah mereka.  Tetapi jika yang kita hadapi keadaan darurat tak terkendali, ikuti saja naluri keselamatan diri. Ambil tas berisi perangkat penyelamatan pribadi dan tinggalkan barang yang lain.
  • Menjauh dari kapal
  1. Dayung dan jauhi kapal menuju tempat yang lautnya tidak tercemar oleh tumpahan minyak dari kapal.
  2. Hindari dan berhati-hatilah terhadap pusaran air yang diakibatkan oleh tenggelamnya kapal.
  3. Apabila salah seorang hendak menolong orang lain, iket badannya dengan tali yang ada pada sekoci penolong maupun rakit penolong.
  • Jaga Suhu Tubuh
       Langkah pertama yang harus dilakukan bila berhasil keluar dari kapal yang akan maupun tenggelam adalah dengan segera menaiki rakit penolong / sekoci, dan memakai pelaampung berstandar. (Pelampung standar selalu dilengkapi peluit).
  • Atur Posisi Tubuh Saat Kondisi Darurat 
       Agar suhu tubuh kita tetap dalam kisaran normal selama mungkin, buatlah posisi meringkuk seperti orang yang kedinginan, bila posisi kita terendam. Jika kita seorang diri, angkatlah kedua paha sedekat mungkin ke dada. Kemudian, silangkan kedua lengan memeluk diri sendiri.
       Bila berhasil berkumpul dengan korban lain, buatlah lingkaran secepat mungkin sambil berpegangan tangan dan berpelukan agar suhu tubuh semuanya tetap hangat selama mungkin.
  • Lindungi Kepala
       Pada siang hari, tubuh perlu dilindungi dari sengatan sinar matahari dan proses dehidrasi. Sedapat mungkin gunakan tutup kepala.
  • Jangan Banyak Bergerak
       Supaya tidak memancing serangan ikan-ikan berbahaya, hindari posisi atau perilaku tubuh yang bergerak-gerak mirip hewat laut yang sedang terluka.
        Selain itu, lepaskan dari tubuh barang-barang yang bisa memantulkan sinar matahari  sehingga menyerupai sisik ikan yang dimangsa oleh ikan pemangsa.
  • Jangan Meminum Air Laut
Jangan meminum air laut karena organ tubuh kita terutama ginjal, tidak bisa mengolah air yang berkadar garam tinggi. Bila ginjal rusak akan mempercepat kematian kita.
  • Hindari Pusaran Air
Sedapat mungkin bergerak menjauhi  kapal yang akan tenggelam. Sebab kapal yang tenggelam akan menimbulkan pusaran air yang bisa menyedot kita masuk kedalamnya.
  • Menghemat Tenaga
  1.  Jaga diri setenang mungkin dan sesantai mungkin.
  2. Jangan coba-coba berenang kesuatu arah, karena kita tidak tahu dimana kita berada.
  • Tingkatkan Semangat Hidup
       Jika menemukan benda entah tumbuhan atau apa pun, keputusan untuk dimakan atau tidak tergantung pada naluri anda.
       Salah satu faktor terpenting korban bisa bertahan hidup dan selamat dalam kondisi terburuk yaitu adanya semangat untuk terus bertahan hidup dan selamat.

Kiat Bertahan di Air
       Berikut Sejumlah kiat bertahan di air :
  1. Bila telah meloncat dari kapal, usahakan badan terapung dengan kondisi terlentang.
  2. Diam terapung sebelum regu penolong tiba.
  3. Bila dekat dengan kapal penolong, berenanglah dengan posisi telentang dan gunakan tangan sebagai pengayuh.
  4. Ingat, harus berhemat energi dalam tubuh agar bertahan hidup sampai pertolongan tiba. Energi dalam tubuh diperlukan untuk menjaga panas tubuh.

No comments:

Post a Comment