Saturday, 26 May 2012

Analogi : keyakinan Terhadap Tuhan

RONDE I

Seorang profesor filosofi yang atheis berbicara dalam kelasnya mengenai masalah antara ilmu pengetahuan dan Tuhan. Dia bertanya pada salah seorang mahasiswa baru.

Profesor (prof): Jadi, kamu percaya pada Tuhan?
Mahasiswa (ms): Tentu, prof.

Prof: Apakah Tuhan itu baik?
Ms: Tentu

Prof: Apakah Tuhan mahabisa?
Ms: Ya

Prof: Saudaraku meninggal karena kanker meskipun dia telah berdoa kepada Tuhan untuk menyembuhkannya. Sebagian besar manusia, teman-teman sekitar kita akan menolong orang yang sakit. Tapi Tuhan tidak. Bagaimana Tuhan seperti ini bisa bisa dikatakan baik? Hmm?
Ms: (Mahasiswa diam)

Prof: Kamu tidak dapat menjawab bukan? Mari kita mulai lagi. Apakah Tuhan itu baik?
Ms: Ya, tentu.

Prof: Apakah iblis itu baik?
Ms: Tidak

Prof: Dari mana datangnya iblis?
Ms: Dari....Tuhan.

Prof: Tepat. Sekarang katakan padaku, apakah di dalam dunia ini terdapat iblis?
Ms: Ya.

Prof: Iblis berada dimana-mana bukan? Dan Tuhan tidak berbuat apapun bukan?
Ms: Ya.

Prof: Jadi, siapa yang menciptakan iblis?
Ms: (Mahasiswa tersebut tidak menjawab)

Prof: Di dunia ini terdapat kesakitan? Kematian? Ketakutan? Kejelekan? Semua ini merupakan hal-hal yang mengerikan yang ada di dunia ini bukan?
Ms: Ya, prof.

Prof: Jadi, siapa yang menciptakan hal-hal tersebut?
Ms: (Mahasiswa tersebut tidak menjawab)

Prof: Ilmu pengetahuan menyebutkan bahwa kamu mempunyai 5 indera yang dipakai untuk mengetahui dan mengamati lingkungan sekitarmu. Katakan padaku nak, pernahkah kamu melihat Tuhan?
Ms: Tidak pernah prof.

Prof: Katakan padaku, apakah kamu pernah mendengar suara Tuhan mu?
Ms: Tidak pernah prof.

Prof: Pernahkah kamu menyentuh Tuhan mu, merasakan Tuhan mu, mencium keberadaan Tuhan mu? Pernahkah kamu mempunyai pengalaman dengan inderamu mengenai kehadiran Tuhan?
Ms: Tidak pernah, prof.

Prof: Lalu kamu masih percaya kepada Nya?
Ms: Ya.

Prof: Secara emperis, terukur, percobaan perlakuan, ilmu pengetahuan mengatakan Tuhan mu tidak eksis. Apa yang dapat kamu katakan mengenai itu, nak ?
Ms: Tidak suatu apapun. Saya hanya mempunyai keyakinan saya.
Prof: Ya, keyakinan. Itulah masalah yang dihadapi ilmu pengetahuan.


RONDE II
Ms: Prof, apakah panas itu ada?
Prof: Tentu.

Ms: Dan tentu juga ada yang namanya dingin?
Prof: Ya.

Ms: Tidak prof. Itu tidak benar.
(Ruang perkuliahan itu menjadi sangat hening)

Ms: Prof, kau dapat merasakan panas. Lebih panas, super panas, mega panas, sedikit panas, atau tidak panas. Tapi kita tidak mempunyai `dingin'. Kita dapat mencapai 458 derajat di bawah nol dimana tidak terdapat panas. Tapi kita tidak dapat lebih dari itu. Tidak ada yang namanya dingin. Dingin hanyalah suatu kata yang digunakan untuk mengambarkan ketidakadaan panas. Kita tidak dapat mengukur dingin. Panas adalah energi. Dingin bukanlah lawan dari panas, prof, hanya ketidakadaan dari panas. (Keheningan terasa saat mahasiswa tersebut berhenti bicara)

Ms: Bagaimana dengan kegelapan prof? Apakah ada yang namanya kegelapan?

Prof: Tentu. Apakah malam itu jika tidak ada kegelapan?
Ms: Kau salah lagi prof. Kegelapan adalah ketidakadaan dari sesuatu. Kau bisa mendapatkan cahaya redup, cahaya normal, cahaya terang, cahaya yang berkedip-kedip. Tapi jika kau tidak mempunyai cahaya, kau tidak memiliki apapun dan itu disebut kegelapan, bukan? Dalam realitas kegelapan itu tidak ada. Jika ada, kau akan mampu membuat kegelapan semakin gelap bukan?

Prof: Jadi, apa maksudmu anak muda?
Ms: Prof, maksudku adalah premis filosofismu terbantahkan.

Prof: Terbantah? Dapat kau jelaskan bagaimana?
Ms: Prof, kau mencoba menjelaskan dalam premis dualitas. Kau berpendapat bahwa ada kehidupan dan kemudian ada kematian, Tuhan yang baik dan Tuhan yang jahat. Kau melihat konsep keTuhanan sebagai sesuatu yang terbatas, sesuatu yang dapat kita ukur. Prof, ilmu pengetahuan bahkan tidak dapat menjelaskan suatu pikiran. Pikiran menggunakan listrik dan magnetik, tapi tidak pernah terlihat, tidak pernah dipahami sepenuhnya oleh siapapun. Untuk melihat kematian sebagai lawan dari kehidupan adalah tidak peduli terhadap kenyataan bahwa kematian tidak dapat eksis sebagai hal yang substansial. Kematian bukanlah lawan dari kehidupan, hanya ketidakadaan kehidupan. Sekarang, katakan padaku prof, apakah kau mengajarkan mahasiswamu bahwa mereka merupakan hasil evaluasi dari monyet ?

Prof: Jika kau menarik referensi dari proses evaluasi alam, tentu, saya mengajarkan hal tersebut.
Ms : Pernahkah kau mengamati proses evaluasi dengan mata kepalamu sendiri prof ?

Prof: (Profesor tersebut menggelengkan kepalanya dengan sedikit tersenyum, mulai memahami kemana pembicaraan tersebut mengarah).
Ms : Karena tidak ada seorangpun yang pernah mengamati bagaimana proses evaluasi dan bahkan tidak dapat menjelaskan bahwa proses ini masih terus berjalan, apakah kau tidak mengajarkan sesuatu yang hanya pendapatmu, prof?
(Kelas menjadi riuh dengan bisik-bisik pelan para mahasiswa)

Ms: Apakah ada seseorang di kelas ini yang pernah melihat otak professor?
(Seketika terdengar tawa riuh dalam kelas)
Ms: Apakah ada seseorang di sini yang pernah mendengar otak professor, menyentuhnya, merasakannya, atau menciumnya?... Tidak seorangpun bukan. Jadi, menurut ketetapan empiris, percobaan perlakuan, ilmu pengetahuan mengatakan bahwa professor tidak mempunyai otak. Dengan segala hormat prof, jadi bagaimana kami dapat mempercayai kuliahmu, prof?
(Ruangan menjadi hening. Profesor memandang kepada mahasiswa tersebut, mukanya tidak dapat di tebak)

Prof: Aku rasa, kau dan teman-temanmu harus melihatnya dengan keyakinan, nak.
Ms: Tepat prof…penghubung antara manusia dan Tuhan adalah KEYAKINAN. Itulah yang menjaga semua hal bergerak sebagaimana mestinya dan kehidupan tetap berjalan.
__________________





Copa Dari http://freenet4all.com/thread-547.html

Tuesday, 22 May 2012

Analogi : TUHAN ITU ADA

Kisah yang akan disampaikan kali ini, mudah-mudahan akan mengingatkan kembali kita kepada Tuhan Pencipta alam.

Seorang tukang cukur dan seorang konsumennya sedang asyik mengobrol, mereka berdua membicarakan mengenai banyak hal dan sesaat kemudian topik pembicaraan mereka beralih mengenai TUHAN. Si Tukang cukur bilang, "Saya tidak percaya bahwa Tuhan itu ada."

"Mengapa anda beranggapan begitu." Tanya siKonsumen.
"Coba anda perhatikan dijalanan, jika tuhan itu memang ada, Adakah yang sakit? Adakah anak yang terlantar? Jika Tuhan itu memang ada, tidak akan ada orang-orang yang sakit maupun yang kesusahan. Sayatidak membayangkan bah Tuhan Yang Maha Penyayang dan Pengasih itu akan membiarkan ini semua terjadi." Jawab si tukang cukur.

Si Konsumen pun terdiam dan berpikir sejenak, tetapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat, kemudian si Konsumen pun lalu pergi. Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu, dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar, (mlungker-lungker=istilah Jawa), kotor, dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat sangat kotor dan tidak terawat.

Si Konsumen kembali lagi ke tempat tukang cukur berada dan lalu berkata, "Kamu tahu, sebenarnya tukang cukur tidak pernah ada".
Si Tukang cukurpun tidak terima, "Kamu kok bisa bilang begitu?, saya disini dan saya seorang tukang cukur. Dan Barusan saya mencukurmu!"

"Tidak", elak si lonsumen." "Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada tidak mungkin ada orang-orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokkan seperti orang-orang yang diluar sana, "si konsumen menambahkan.

"Ah, tidak, tetapi tukang cukur itu tetap ada!" sanggah si tukang cukur." "Apa kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, mengapa mereka tidak datang dan meminta ke saya agar di cukur," jawab si tukang cukur membela diri.

"Cocok!" kata si konsumen menyetujui. "itulah masalah utamanya! Sama dengan Tuhan, Tuhan itu juga ada! Tetapi apa yang terjadi? Orang-orang tidak mau datang kepada-NYA, dan tidak mau mencari-NYA, Serta tidak mau meminta kapada-NYA. Oleh karena itu, banyak yang sakit dan juga banyak yang tertimpa kesusahan di dunia ini," lanjut si konsumen.

Situkang cukur pun terbengong sambil menggaruk-garuk kepalanya.....!!!!!




Sumber : Kumpulan Cerita Motivasi, Daryanto, PT.Sarana Tutorial Nurani Sejahtera.

Saturday, 19 May 2012

Kisah Inspirasi: WANITA YANG BERUNTUNG

Salam hangat, untuk update kali ini saya akan menuliskan kisah inspirasi yg baru saja saya temukan dari sebuah buku.Selamat membaca :

Suasana pagi itu sangatlah sibuk. Jam telah menunjukan pukul 08:30 ketika seorang lelaki tua berumur 80-an, masuk untuk meminta agar jahitan di ibu jarinya dilepas. Ia berkata bahwa ia sedang terburu-buru karena ada janji pada pukul 09:00. Aku memahami gelagatnya lalu memintanya untuk duduk terlebih dahulu. Aku tahu pekerjaan ini akan memakan waktu lebih dari satu jam sebelum orang lain bisa menemuinya.

Sambil merawat lukanya, aku terlibat dalam pembicaraan dengan dirinya. Aku bertanya, "apakah ia punya janji dengan salah seorang dokter disini", karena ia tampak begitu sangat terburu-buru. Ia menjawab, "Tidak", ia harus pergi kerumah perawatan (nursing Home) untuk sarapan bersama istrinya. Aku lalu bertanya tentang keadaan istrinya. Ia berkata bahwa istrinya menderita Allzheimer dan belum lama dirawat di tempat itu.

Sambil MEngobrol, kuselesaikan balutan di ibu jarinya. Aku bertanya apakah istrinya tidak akan merasa khawatir bahwa hari ini ia agak terlambat. Ia menjawab bahwa istrinya sudah lima tahun tidak lagi mengenalinya.

Aku merasa terkejut dan bertanya, "Apakah kau pergi kesana setiap hari meski istrimu sudah tidak mengenalimu?"

Ia tersenyum, lau menepuk tanganku lalu ia berkat, " Benar ia memang tidak mengenaliku lagi, tapi aku akan tetap mengenalinya walaupun ajal menjemputku!"


Sumber : Hikmah dari seberang, Unknown Author, Pustaka Zawiyah.

Nb :  Alzheimer bukan penyakit menular, melainkan merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Alzheimer juga dikatakan sebagai penyakit yang sinonim dengan orang tua.

Risiko untuk mengidap Alzheimer, meningkat seiring dengan pertambahan usia. Bermula pada usia 65 tahun, seseorang mempunyai risiko lima persen mengidap penyakit ini dan akan meningkat dua kali lipat setiap lima tahun, kata seorang dokter. Menurutnya, sekalipun penyakit ini dikaitkan dengan orang tua, namun sejarah membuktikan bahawa pesakit pertama yang dikenal pasti menghidap penyakit ini ialah wanita dalam usia awal 50-an.

Penyakit Alzheimer paling sering ditemukan pada orang tua berusia sekitar 65 tahun ke atas. Di negara maju seperti Amerika Serikat saat ini ditemukan lebih dari 4 juta orang usia lanjut penderita penyakit Alzheimer. Angka ini diperkirakan akan meningkat sampai hampir 4 kali pada tahun 2050. Hal tersebut berkaitan dengan lebih tingginya harapan hidup pada masyarakat di negara maju, sehingga populasi penduduk lanjut usia juga bertambah.

Pada tahap awal perkembangan Alzheimer, penurunan faktor-faktor risiko vaskular dapat menyulitkan diagnosis sindrom ini, namun mengurangi kecepatan perkembangan demensia. (Sumber : Wikipedia)

Thursday, 17 May 2012

Cara Mengetahui Apakah anda didominasi otak kanan atau Kiri??

Kali ini saya akan memberikan sedikit pengetahuan yang baru saja saya peroleh dari buku pelajaran sekolah adik saya, yaitu bagaimana mengetahui otak bagian mana yang mendominasi anda dalam kehidupan sehari-hari otak kanankah atau otak kiri.Harap diingat Artikel ini sangat dikhususkan untuk Anak-anak yang masih duduk dibangku sekolah karena dialam artikel ini telah disediakan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan  anak-anak yang masih sekolah tapi kalau orang dewasa juga mau membacanya juga tidak apa-apa.

Untuk mengetahui otak mana yang maendominasi anda silahkan pembaca menjawab beberapa pertanyaan yang sudah disediakan dibawah :
  1. Apakah Ruang Belajar Anda Rapi dan Teratur?
  2. Apakah Anda Lebih Senang Menyelesaikan Satu Tugas Sebelum Memulai Tugas Yang Lainnya?
  3. Apakah Anda Senang Membicarakan Hal-hal Pada Waktu Hal-hal itu Terjadi?
  4. Apakah Anda Menyukai Beranekaragam Makanan dan Apakah Anda Makan Pada Waktu Yang Berbeda-beda Pula?
  5. Apakah Anda Biasa Menonton Televisi Pada Waktu-waktu Tertentu dan LEbih Menyukai Program-program Tertentu Secara Rutin?
  6. Apakah Akhir-akhir Minggu Anda Penuh Dengan Kegiatan Baru/Melakukan KEgiatan Sendirian dan Jarang Melakukan kegiatan Bersama-sama?
  7. Apakah Anda Suka Seni, Musik LEmbut, Dan Teka-teki Menyusun Potongan-potongan Gambar? (Dua dari tiga itu)
 Hasil kesimpulan dari jawaban anda dari pertanyaan diatas adalah sbb :
  1. Jika anda menjawab "YA" kepada pertanyaan nomor 1, 2, 3, dan 5; dan tidak kepada pertanyaan 4,6,dan 7. Anda mungkin didominasi oleh Otak Kiri Anda. 
  2. Jika anda menjawab "YA" kepada pertanyaan nomor 4, 6, dan 7; dan tidak kepada pertanyaan 1, 2, 3, dan 5. Anda Mungkin didominasi oleh Otak Kanan Anda.

Cukup sekian dari saya semoga bisa membantu!!!!!!

Tuesday, 1 May 2012

9 Cara Alami Menurunkan Tekanan Darah

Tekanan darah tinggi bisa dijinakkan tanpa harus ketergantungan obat.

 Penderita gangguan hipertensi sering kali perlu mengasup obat secara teratur untuk mengontrol tekanan darah. Tapi, beberapa perubahan dalam gaya hidup juga terbukti mampu menurunkan tekanan darah. Bahkan, pada sebagian orang dapat menghilangkan ketergantungan obat.

"Siapapun dengan hipertensi harus didorong melakukan beberapa hal untuk menurunkan tekanan darah tanpa bantuan agen farmakologis," ujar Matthew Burg, PhD, profesor kedokteran di Columbia University Medical Center di New York.

 


Berikut adalah 10 langkah alami menurunkan tekanan darah, seperti dikutip dari Health :

Olahraga Teratur
Berolahraga atau aktivitas fisik selama 30 menit setiap hari selama seminggu, telah cukup menurunkan tekanan darah.

Gerald Fletcher, MD, seorang ahli jantung di Mayo Clinic mengatakan, bergerak aktif mengurangi tekanan darah 3-5 poin, dan perlahan dapat mengurangi penggunaan obat hipertensi mereka. Pilih sesuatu yang Anda sukai: berjalan, jogging, berenang hingga bersepeda.

Makan Pisang
Kebanyakan garam dapat meningkatkan tekanan darah, namun kalium mampu mengurangi efek buruk natrium. Sebagian besar penderita hipertensi kekurangan mineral ini.

Meningkatkan asupan kalium hingga 4.700 mg per hari bermanfaat bagi para penderita hipertensi. Pisang, kentang panggang dengan kulit, jus jeruk, yogurt tanpa lemak adalah sumber utama kalium.

Kurangi Garam
Mereka dengan tekanan darah normal, cukup tinggi maupun hipertensi dapat mengurangi tekanan darah dengan memotong asupan garam. Batasi asupan garam 1.500 mg sehari. Cara yang mudah adalah menghindari makanan olahan karena banyak mengandung natrium. Pastikan juga memeriksa kadar sodium dalam label makanan.

Berhenti Merokok
Perokok berisiko tinggi hipertensi. Nikotin membuat tekanan darah melonjak penyebab hipertensi kronis. Berhenti merokok membantu menurunkan tekanan darah, plus ada manfaat kesehatan lain.

Menurunkan Berat Badan

Mengikis berat badan beberapa kilogram berdampak besar pada tekanan darah. Kelebihan berat badan membuat jantung bekerja lebih keras, yang menyebabkan hipertensi. Sementara kehilangan berat badan mengurangi beban kerja jantung.

Kurangi Alkohol
Alkohol tidak lebih dari segelas bagi wanita dan dua gelas bagi pria memang memiliki manfaat kesehatan. Namun, terlalu banyak minum juga akan meningkatkan tekanan darah.

Berbagai studi menyebut, konsumsi lebih dari dua gelas alkohol meningkatkan risiko hipertensi bagi pria dan wanita.

Atasi stres
Mengelola stres membantu mengurangi tekanan darah. Namun, langkah menangani stres bisa berbeda-beda bagi setiap orang. Relaksasi dan manajemen stres diperlukan bagi penderita hipertensi untuk mengendalikan tekanan darah.

Yoga dan Meditasi
Yoga adalah metode pelepas stres, yang efektif mengurangi tekanan darah pada penderita hipertensi, dan berkaitan dengan sistem saraf otonom, denyut jantung, pencernaan, dan fungsi sebagian besar organ lainnya.

Meditasi antara lain pengaturan pernapasan, visualisasi, kombinasinya menjadi alat manajemen efektif mengatasi stres, ujar Burg.

Kurangi Kafein
Kopi mempunyai  beberapa manfaat kesehatan, tetapi  menurunkan tekanan darah bukan salah satunya. Kafein dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah dalam jangka pendek, bahkan pada mereka yang tak memiliki hipertensi.

Bila Anda penderita hipertensi, kurangi asupan kafein hanya dua cangkir kopi per hari. Untuk memeriksa efek kafein, cek tekanan darah setengah setelah konsumsi kafein. Bila tekanan darah naik 5-10 poin, Anda termasuk sensitif kafein.

Viva News

Enam Penyakit Kronis Mengintai Orang Muda


Sejumlah penyakit yang umumnya menyerang di masa tua, mulai menghinggapi kalangan muda.


 Gaya hidup yang buruk menurunkan kualitas kesehatan. Tak hanya meningkatkan risiko penyakit tertentu, tapi juga membuat tubuh ringkih sehingga mudah terserang penyakit di usia dini.

Sejumlah penyakit yang umumnya menyerang seseorang di masa tua, mulai menghinggapi kalangan muda. "Ini karena banyak orang muda berpikir sok sehat, sehingga cenderung menerapkan gaya hidup buruk," kata Dr Georges Benjamin, direktur eksekutif American Public Health Association.






Berikut beberapa penyakit yang mulai mengancam masyarakat di usia dini, seperti dikutip Fox News.



Stroke
Usia khas: 65 tahun ke atas
Mulai mengancam: usia 20an dan 30an

Stroke berhubungan dengan sejumlah faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, dan kolesterol tinggi. Satu-satu cara adalah memperbaiki gaya hidup dengan mengatur pola makan sehat dan olahraga teratur.

Dr Shazam Hussain, kepala Cleveland Clinic Stroke Program, merekomendasikan untuk tidak merokok, mengurangi garam, asupan lemak trans, makan ikan dua kali seminggu, dan berolahraga. "Berjalan kaki 30 menit sehari, sudah memberi efek baik," katanya.

Diabetes Tipe 2 
Usia khas: 40an dan 50-an tahun
Mulai mengancam: anak-anak

Jadikan asupan makanan terbaik sebagai obat. "Pola makan dan gaya hidup memainkan peran penting dalam peningkatan jumlah anak muda dengan diabetes tipe 2," kata Dr Michelle F Magee, direktur MedStar Diabetes Institute.

Mayoritas mereka yang terdiagnosisi mengalami kelebihan berat badan, terutama dengan konsentrasi lemak di sekitar pinggang. Karenanya, pastikan untuk menghindari makanan dengan kadar glikemik tinggi, dan rendah serat. Hindari pula makanan berpengawet.

Osteoporosis
Usia khas: 65 tahun ke atas
Mulai mengancam: usia 50an

"Penting untuk memperhatikan kesehatan tulang sedini mungkin dengan suplemen vitamin D dan asupan kalsium. Jangan menunggu!" kata Dr Kathryn Diemer, direktur klinis program kesehatan tulang Washington University School of Medicine.

Lakukan latihan teratur yang membantu pembentukan otot dan memperkuat tulang seperti jogging, berjalan di tangga atau mendaki. Perbaiki pula gaya hidup Anda. "Rokok, alkohol, dan minuman bersoda benar-benar beracun untuk tulang," kata Diemer.

Kanker Payudara 
Usia khas: 45 tahun ke atas
Mulai mengancam: remaja

Dr Ann Partridge, direktur program remaja putri dengan kanker payudara di Dana -Farber Cancer Institute, mengatakan bahwa olahraga teratur, mempertahankan berat badan ideal, dan membatasi asupan alkohol membantu mengurangi risiko penyakit ini.

Alzheimer 
 Usia khas: 65 tahun ke atas
Mulai mengancam: sejak 40an tahun

Dr Gustavo Alva dari American Board of Psychiatry, mengatakan bahwa kita bisa melatih tubuh dan pikiran untuk menurunkan risiko mengalami masalah ini di usia dini. Aktifkan bagian otak yang jarang digunakan. Belajar bahasa baru atau memainkan alat musik cukup membantu melawan penurunan kognitif.

"Menjaga tingkat kolesterol, tekanan darah, dan kebugaran tubuh juga penting karena apa yang baik untuk jantung juga baik untuk otak," Alva menambahkan.

Melanoma 
Usia khas: 50an tahun ke atas
Mulai mengancam: remaja menjelang dan awal usia 20an

Dalam laporan jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention, sejumlah pakar medis memperingatkan remaja dan orang dewasa untuk tidak melakukan tanning tanpa pengetahuan yang baik. Prosedur tanning bisa meningkatkan risiko tiga kali lipat mengalami penyakit ini.

Selain itu, penting untuk selalu menggunakan tabir surya, terutama jika bepergian ke luar rumah. "Sebisa mungkin mengurangi intensitas berada di bawah sinar matahari antara pukul 10 pagi hingga dua siang," kata Dr Thomas S Kupper, profesor dermatologi di Harvard Medical School.


Sumber:VivaNew.com

About

hahaha

Top Stories